Indonesia · Sumatera · Traveling

8 Wisata Seru Seharian di Siak Sri Indrapura

IMG_9090.JPG

Untuk warga yang tinggal di Riau, pastinya sudah tidak asing dengan ‘kota wisata’ Siak Sri Indrapura. Namun bagi masyarakat luar Riau atau luar Sumatra, nama Siak Sri Indrapura mungkin masih terasa asing. Padahal Siak ini dulunya adalah Kesultanan Melayu yang sangat jaya dan berkontribusi besar ketika bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sekarang ini, Siak Sri Indrapura berkembang menjadi ibukota kabupaten yang rapi, bersih serta kaya akan nilai religi, budaya dan sejarah.

IMG_9026.JPG

Weekend getaway kali ini saya habiskan dengan berwisata seharian Siak Sri Indrapura (biasa disingkat menjadi Siak saja) dengan menyetir mobil dari Pekanbaru. Menuju Siak saya harus menyetir sekitar 120 km selama 2,5 jam (sebenarnya sih bisa 2 jam kalau sudah mahir berkendara lintas Sumatra). Kondisi jalan secara umum sudah mulus meski kadang ada lubang di sana-sini, tapi tidak parah-parah amat lah.. Setelah melewati Kecamatan Perawang pun jalannya hanya lurus-lurus dan lurus saja 😉

IMG_8976.JPG
Jalan lurus dan mulus saat memasuki Siak Sri Indrapura

Lalu apa saja kegiatan wisata seru di Siak ala saya? Berikut saya sampaikan! 🙂

1. Menyaksikan megahnya Jembatan Siak 

Memasuki Siak Sri Indrapura, jangan kaget karena kita akan disambut dengan jembatan kokoh dan megah yang membelah sungai terdalam di Indonesia, Sungai Siak. Jembatan ini merupakan yang ketiga terpanjang di Indonesia (1.196 meter) setelah Jembatan Suramadu dan Jembatan/Flyover Pasupati Bandung. Nama resmi jembatan ini adalah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah.

IMG_8975.JPG
Beautiful cable-stayed bridge.. Proud!

Banyak kendaraan yang berhenti di tepi jembatan untuk berfoto ria, selfie dsb namun sebenarnya ini sangat dilarang. Jadi… mohon untuk menepi dan berhenti jauh sebelum menaiki jembatan agar tidak mengganggu keselamatan orang lain.

2. Napak Tilas Kesultanan Melayu Siak 

Istana Siak – Asserayah Hasyimiyah menjadi primadona utama bagi kunjungan saya kali ini. Di bangunan dua lantai ini, sejarah dan kebesaran Kesultanan Melayu Siak masih tersimpan dan terjaga dengan apik. Berbagai barang peninggalan mulai dari kursi singgasana raja yang berlapiskan emas, meriam, mahkota sultan, tangga meliuk, cermin permaisuri sampai perabot-perabot seperti sendok, piring, gelas dari zaman kesultanan bisa kita lihat di sini.

IMG_8968.JPG

IMG_8971IMG_8970IMG_8969

Istana ini dibangun pada akhir abad ke-19 di masa kepemimpinan Sultan Syarif Hasyim. Sultan Syarif Hasyim ini merupakan ayah dari Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir dari Kesultanan Siak yang namanya dijadikan nama bandara internasional Pekanbaru. Baca juga: BINTAN (PART 2): Mengenal Peninggalan Kesultanan Melayu di Pulau Penyengat

IMG_8967.JPG
Istana Siak Sri Indrapura

Harga tiket masuk: 3.000 rupiah (dewasa) dan 2.000 rupiah (anak-anak)

Jam buka: Senin-Minggu (09.00 – 17.00), Jumat (09.00 -11.15 dan buka kembali 13.45 – 17.00)

3. Tour de Beautiful Mosque

Sejak tinggal di Riau, saya banyak mendapati masjid-masjid yang cantik luar dalam. Di ibukota provinsi (Pekanbaru) maupun pusat-pusat kabupaten, umumnya terdapat masjid agung/masjid raya/islamic center yang dibangun megah. Tidak ketinggalan dengan masjid di Siak. Sedikitnya ada 3 masjid cantik yang saya kunjungi dalam wisata seharian di Siak. Bagi yang muslim, wajib sempatkan diri untuk sholat di masjid-masjid ini!

Masjid Raya Syahabuddin

Berjalan kaki sedikit dari Istana Siak, kita bisa mampir dan sholat di masjid ini. Dengan warna dominan kuning dan hijau, nuansa Melayu yang kental terlihat dari bangunan masjid ini. Interiornya didominasi dengan tembok putih dan kaligrafi-kaligrafi bercat emas. Masjid ini dikenal juga sebagai Masjid Sultan Siak karena dibangun di era kepemimpinan sultan terakhir, yaitu Sultan Syarif Kasim II yang makamnya terdapat di sebelah masjid.

IMG_9028
The heritage mosque.. Masjid Raya Syahabuddin
IMG_9030
Masjid Raya Syahabuddin (kiri) dan Makan SSK II (kanan)

Masjid Sultan Syarif Hasyim (Islamic Center Kabupaten Siak)

Sejak mobil saya menaiki Jembatan Siak, kubah-kubah biru masjid megah ini sudah nampak indah. Saya sempatkan mampir ke sini saat akan pulang kembali ke Pekanbaru. Menurut saya konstruksi masjid ini luar biasa karena tidak banyak tiang penopang di dalam masjid dan plafondnya pun sangat tinggi. Berbagai ukiran kaligrafi di dinding dan mihrab/ceruk mimbar menambah keindahan masjid ini.

IMG_8972IMG_8974IMG_8973

Masjid Mujahidin

Masjid ini letaknya di Jalan Sultan Syarif Kasim, tepatnya di dekat kawasan Bangunan Merah. Model eksterior masjid ini juga banyak ditemukan di wilayah lain di Riau. Saya teringat Masjid Ar-Rahman di Pekanbaru. Bila berada di Siak hingga malam hari, sempatkan sholat Maghrib/Isya di masjid ini karena mihrab/ceruk mimbarnya yang terlihat indah dengan kaligrafi yang disorot lampu biru-merah-hijau.

IMG_8987.JPG

IMG_8956
Mimbar Masjid Mujahidin Siak
IMG_8957
Interior Masjid Mujahidin Siak
4. Menyusuri Kompleks Bangunan Merah dan Klenteng Hock Siu Kiong

Kompleks Bangunan Merah sebenarnya merupakan pertokoan dan rumah bercat merah yang didominasi oleh masyarakat etnis Tionghoa Siak. Oleh karena itu, kawasan ini juga dikenal sebagai Pecinan Siak. Saat perayaan Imlek, kawasan ini akan dihiasi dengan lampion-lampion merah di sepanjang jalan. Di sini terdapat beberapa kedai kopi dan rumah makan padang yang bisa disinggahi bila sudah lapar dan lelah berkeliling Siak.

IMG_8960
Kawasan Bangunan Merah
IMG_8988.JPG
Pertokoan di Kawasan Bangunan Merah

Tidak begitu jauh dari kompleks Bangunan Merah, terdapat klenteng bersejarah, yaitu Klenteng Hock Siu Kiong yang usia sudah lebih dari 200 tahun. Klenteng ini ramai didatangi pengunjung dari luar dalam maupun luar kota setiap perayaan Cap Go Meh.

IMG_8959
Kelenteng Hock Siu Kiong – siang hari
IMG_8958
Kelenteng Hock Siu Kiong – malam hari
IMG_8966.JPG
Lampion di klenteng
5. Santai di Tepian Sungai Siak Waterfront City

Sejak beberapa tahun lalu, pemda Siak membenahi tepian sungai sehingga menjadi ruang terbuka publik sekaligus tempat wisata dengan konsep waterfront city. Saya ke sana sore hari, terlihat banyak pengunjung dari berbagai daerah yang mungkin penasaran juga dengan tepian sungai ini.

IMG_9048
Ramai pengunjung di sore hari
IMG_9049
Ternyata bagus juga waterfront city Siak ini..
IMG_9027.JPG
Tugu Kesultanan Siak
IMG_8964
Cocok untuk foto-foto..
6. Wisata Kuliner Khas Siak

Rumah Makan Pondok Bambu Jihan

Salah satu rumah makan khas Melayu yang saya rekomendasikan. Menu andalannya adalah ayam kampung goreng, udang galah dan berbagai ikan sungai seperti ikan baung, ikan patin dan ikan tapah. Sambal matahnya yang segar membuat nafsu makan saya membuncah hari itu :p

IMG_8984
Hidangan masakan khas Melayu, aduhai…
IMG_8985
Udang galah Sungai Siak, luar biasa..
IMG_8986
Ikan pantau, daun ubi/singkong, ikan patin yang ngangenin..

Lokasi: Jalan Tengku Buang Asmara

Kisaran harga: 50-70 ribu rupiah per orang

Kedai Kopi ABC

Karena saya menginap di Siak, pagi hari kedua saya singgah untuk sarapan di Kedai Kopi ABC. Kedai kopi ini menyediakan beraneka macam hidangan sarapan seperti aneka mie (mie ayam, mie pangsit, mie sagu, dll), gado-gado, lontong, serta aneka minuman (teh tarik, milo, teh telur, kopi ginseng, dll).

IMG_8965.JPG
Mie Ayam Pangsit + Es Milo = Yum!

Lokasi: Jalan Sultan Syarif Kasim

Kisaran harga: 15-25 ribu rupiah per orang

7. Melipir ke Persawahan di Bunga Raya

Kira-kira 25 km dari Istana Siak, terdapat lumbung padi terbesar di Provinsi Riau, tepatnya di Kecamatan Bunga Raya. Hijaunya daun padi yang tumbuh di tanah bergambut Riau menjadi pemandangan unik tersendiri bagi saya.

IMG_8983.JPG
Hamparan padi di Bunga Raya
IMG_9047.JPG
Petani dan sawahnya
8. Menonton Air Mancur Zapin Menari

Setiap malam di akhir pekan, sekitar jam 8 malam di Taman Tengku Mahratu ditampilkan pertunjukan air mancur zapin menari yang diiri lagu Melayu. Malam itu sayang sekali saya tidak sempat menontonnya.. hanya mendapatkan foto dari teman yang sempat menonton.

IMG_9031
Air mancur zapin menari.. Ramai juga..
IMG_9032
Mirip-mirip dengan yang di Melaka, Malaysia..

Sekian catatan perjalanan wisata seru di Siak Sri Indrapura ala saya. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang berencana berkunjung ke sana 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s