Indonesia · Sumatera · Traveling

Mampir ke Selatpanjang si Kota Sagu

IMG_9127Beberapa kali saya memperhatikan Google Maps, ada beberapa pulau yang ukurannya tidak terbilang kecil berada di pesisir timur Riau. Namanya Pulau Bengkalis, Pulau Pedang, Pulau Tebingtinggi dan Pulau Rangsang. Tiga yang terakhir ini merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Meranti, sebuah kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis pada tahun 2009 lalu. Pusat Kabupaten Kepulauan Meranti berada di Selatpanjang.

Selatpanjang. Mendengar namanya saja, saya penasaran. Kemudian saya cari tahu bagaimana cara ke sana dari Pekanbaru. Salah satu akses yang paling mudah bila tidak ingin membawa kendaraan pribadi adalah dengan menggunakan boat dari Pelabuhan Sungai Duku.

IMG_9126
Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru

Ada beberapa penyedia jasa travel untuk menuju ke Selatpanjang dari Pekanbaru. Salah satunya Meranti Express. Saya pakai ini dan memesan tiket sehari sebelum keberangkatan. Biaya sekali jalan Pekanbaru ke Selatpanjang adalah 165 ribu rupiah, begitu pun sebaliknya. Lama waktu yang harus ditempuh kira-kira 4 jam perjalanan dengan boat-bus-boat.

08.30 – 09.30 Pelabuhan Sungai Duku (Pekanbaru) – Dermaga Tualang — dengan boat 

09.30 – 11.30 Dermaga Tualang – Pelabuhan Tanjung Buton (Siak) — dengan bus

11.30 – 12.30 Pelabuhan Tanjung Buton (Siak) – Pelabuhan Tanjung Harapan (Selatpanjang) — dengan boat

IMG_9125
Travel Pekanbaru – Selatpanjang, Meranti Express

Tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, saya langsung disambut dengan pemandangan khas Indonesia kalau keluar pelabuhan, stasiun ataupun bandara. Di sini, sopir betor (becak motor) dengan riuhnya menawarkan jasa mereka ke saya. Biasanya saya sudah ‘kebal’ dengan hal-hal seperti ini. Saya mau coba jalan kaki dulu karena sebenarnya jarak ke hotel tidak terlalu jauh. Tapi karena teriknya matahari yang luar biasa di tengah hari bolong saat itu, saya menyerah juga dan akhirnya meng-iyakan salah satu betor 🙂 Biaya sekali naik betor di Selatpanjang biasanya 15-20 ribu rupiah.

IMG_9120
Betor di Selatpanjang
IMG_9124
Betor di Selatpanjang

Jalanan di Selatpanjang bisa terbilang bagus, hampir tidak ada lubang sama sekali. Tentunya ini berkaitan dengan kendaraan berat yang hampir tidak ditemukan di Selatpanjang, kontras dengan kondisi jalan lintas Sumatera di Riau (mainland). Namun sepertinya masalah sampah menjadi hal yang kurang tertangani di sini. Bisa dilihat di beberapa foto yang saya ambil, banyak sampah yang terbungkus kantong plastik warna-warni diletakkan begitu saja di tepi jalan 😦

IMG_9121
Can you spot those trash bag?

Dari sisi demografi, penduduk Selatpanjang didominasi orang Melayu dan Tionghoa. Rumah ibadah berupa masjid/musholla dan klenteng mudah ditemukan di berbagai sisi jalan.

IMG_9118
Musholla di Selatpanjang
IMG_9123
Klenteng kecil di Selatpanjang
IMG_9127
Klenteng yang lebih besar di Selatpanjang… Sore-sore bagus deh..

Mengelilingi Selatpanjang ini paling enak naik sepeda. Saya sewa di salah satu ruko yang menyewakan sepeda. Tarifnya memang agak mahal sih, 12 ribu rupiah per jam. Karena saya sewa untuk 5 jam, saya harus membayar 60 ribu rupiah. Bersepeda di Selatpanjang tergolong aman dan nyaman. Udaranya bersih dan jalanan cukup lengang karena hampir tidak ada mobil di sini. Masyarakat Selatpanjang umumnya hanya menggunakan motor, betor atau sepeda untuk kemana-mana.

IMG_9129
Sepedaan di Selatpanjang.. Jalanan mulus dan hampir tidak ada mobil..

Selatpanjang dahulunya dijuluki sebagi Kota Sagu. Hal ini dikarenakan Selatpanjang merupakan penghasil sagu terbesar di Indonesia. Salah satu hasil olahan sagu yang paling populer adalah mie sagu. Awalnya saya pikir mie yang terbuat dari sagu akan sama saja dengan mie yang terbuat dari terigu. Tapi ternyata mie dari sagu ini cenderung lebih kenyal, transparan dan berlendir. Saya mencicipi mie sagu di salah satu pujasera seafood dekat pelabuhan dengan harga 12 ribu rupiah saja! Dalam sepiring mie sagu biasanya dilengkapi juga dengan telur, tauge dan ikan teri.

IMG_9130
Mie Sagu dan Sup Ikan
IMG_9128
Pujasera Seafood “Jumbo”

Sekian perjalanan saya ke Selatpanjang si Kota Sagu! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s